sedikit tentang hujan

Hujan kedua di bulan kedua dari akhir tahun duaribu sembilan. Hujan yang kembali mempertemukan kita pada berbagai objek rindu. Aroma tanah yang basah, dedaunan berwarna hijau segar, rasa sejuk ataupun dingin yang mengundang lelap, genangan air cukup dalam kecoklatan, dan segalanya yang hanya ada saat ia jatuh menimpa kita. Lihat bagaimana hujan ini turun, tak terlalu banyak. Hari ini saja hanya pada dua waktu ia berkata. Pertama, disaat mata kuliah bahan bangunan sementara berlangsung. Berhenti-reda–. Kedua, disaat dosen wawasan ipteks berbicara. Ia (bukan hujan, tetapi dosen saya) tadi menyinggung sedikit perihal jatuhnya hujan di daratan kota Makassar. Semoga di semua Sulawesi Selatan. Katanya, syukurlah hujan masih mau jatuh. Setidaknya masih ada harapan kalian menikmati tetes-tetes listrik. Meskipun setiap malam kalian harus belajar menjadi Lintang. Belajar untuk tetap bisa belajar. Rumah kalian semua isinya listrik dan kalian butuh listrik . Listrik di tempat ini butuh pembangkit yang butuh pergerakan air. Bersyukurlah, hujan masih sempat dijatuhkan oleh-Nya ! Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, jangan lupa berdoa agar hujan ini tak berlebihan. Dan suatu waktu tak membuat orangorang yang ditimpanya merasa kebanjiran. (Kalau yang ini saya yang bilang)

Advertisements
Published in: on November 12, 2009 at 9:44 am  Comments (4)  
Tags: , ,