Dua Tulisan Sehari

Jangan buru-buru berpikir saya sedang berkomitmen untuk membuat dua tulisan setiap harinya di blog saya. Sepertinya saya belum bisa. Hanya ingin berbagi bahagia saja. Bahagia karena buku harian digital yang saya sebut blog itu akhirnya punya tulisan baru lagi. Punya pengunjung lagi. Walau tanpa tulisan barupun, sejumlah kecil netter tetap saja ada yang datang karena kata-kata kunci yang pernah kokoh ditancapkan sebelumnya.

Dua tulisan sehari?

Mungkin hal biasa bagi blogger-blogger luar biasa di luar disana. Tidak untuk saya yang setiap hari harus lebih fokus melukis senyum untuk anak dan suami di rumah, belum lagi karena PC sedang dalam kondisi yang tidak enak-mungkin bisa dibilang rusak-yang akhirnya mengharuskan saya menunggu laptop ini tak tersentuh dulu oleh pemiliknya..barulah saya bisa tak tik tuk menekan tuts keyboard πŸ˜‰

Lalu, dua tulisan sehari? Tulisan tentang apa saja?

Tulisan tentang award blogger yang sudah lama saya dapatkan tapi baru sempat saya ceritakan dan serahkan ke blogger-blogger lainnya. Ini adalah dua award pertama yang saya dapatkan sejak saya aktif ngeblog lagi setahun terakhir. Selain itu, ada tulisan untuk menyemarakan giveaway (aih, lagi-lagi tulisan giveaway..hehe) bertajuk Solitaire dan Sendiri. Tulisan terburu-buru bin tiba-tiba yang hanya butuh waktu 10 menit untuk menyelesaikannya. Seperti apa tulisannya? Silahkan berkunjung ke tempat yang saya maksudkan.

Sudah, itu saja. Tidak perlu berlama-lama, wahai blog lama. Sekadar membuat tak kotor saja ditelan postingan lama-lama πŸ˜‰

Published in: on February 24, 2012 at 9:46 am  Comments (1)  
Tags: , , ,

Alhamdulillah, saya sudah menikah ;)

Maaf kawan, baru sempat mengabarkan. Maaf teman, tak ada undangan sampai di tangan kalian-mungkin ada meski hanya sebagian dan mungkin kebanyakan tak dapat datang. Maaf juga baru mempostingnya setelah berbulan-bulan.

Jadi begini kawan, mungkin ada yang tidak sempat saya kabari lewat pesan singkat. Bukan karena tak sempat, tapi karena nomor telepon genggam kita tak saling ingat, bukan..maksud saya, saya belum mencatat nomor kalian. Oh ya! Saya ulangi, jadi begini kawan.. pada hari Sabtu, tanggal 24 Juli 2010 tepatnya pukul.. 10.00 kalau tidak salah.. Alhamdulillah saya sudah resmi menjadi pendamping hidup dari seorang pria keren yang terus berusaha menjadi pria yang soleh yang bernama Moh. Mustamar Natsir (lengkapnya namanya ;p).

Banyak teman-teman di Makassar yang tidak sempat hadir karena acara pernikahan ini dilangsungkan di kampung halaman saya di kota Mataram :D. Alhamdulillah ketidakhadiran kawan-kawan di Makassar sudah diwakilkan oleh seorang sahabat saya sejak SMP yang mau menghadiri acara pernikahan saya sekaligus menghabiskan masa liburannya di kota Mataram, namanya Farina Dwinanda Faisal atau biasa saya sapa dengan nama Nachan.

Ok. Jadi sekarang saya sudah nikah. Banyak yang bertanya mengenai studi saya di universitas. Alhamdulillah, kawan… saya sudah menikah dan Insya Allah akan tetap meneruskan kuliah saya πŸ™‚ . Eh, iya…ini salah satu gambar yang sempat saya upload.

Wah..wah.. fotonya sama oreo πŸ˜€

Ceritanya gini, waktu itu kan keluarga disana pada tau kalau saya ikutan lomba fotonya oreo. Kebetulan juga selama ikut lomba saya jadi doyan makan biskuit hitam itu. Di kamar pasti aja ada biskuitnya… Jadi pas pemotretan, saat tamu-tamu sudah pada pulang…seperti inilah yang terjadi.. Hahaha.

Ok. Sepertinya sudah cukup pemberitahuan dari saya πŸ˜‰

Published in: on October 18, 2010 at 1:25 pm  Comments (13)  
Tags: , , , ,

mohon dukungannya ya,teman :)

Jadi saya ini sedang ikut lomba foto, lomba foto lucu-lucuan aja. Fotonya dinilai berdasarkan jumlah dukungan/voting. Jadi saya minta tolong sama teman-teman, tolong vote foto saya. Ada 6 foto, tolong vote semua ya ..

ini dia linknya..
http://hanyaoreo.com/game/gallery/23401
http://hanyaoreo.com/game/gallery/23390
http://hanyaoreo.com/game/gallery/2776
http://hanyaoreo.com/game/gallery/26064
http://hanyaoreo.com/game/gallery/26057
http://hanyaoreo.com/game/gallery/26050

http://hanyaoreo.com/game/gallery/26755
http://hanyaoreo.com/game/gallery/26763

Biasanya teman-teman tinggal klik pilihan vote aja. Tapi kadangkala ada yang gak bisa langsung nge-vote, disuruh login dulu. Jadi coba teman-teman nurut dikit sama pihak penyelenggara…hehehe… Login aja lah, biar panitianya senang πŸ™‚

Untuk segala dukungannya, saya ucapkan terima kasih.

Published in: on May 8, 2010 at 1:26 pm  Comments (15)  
Tags: ,

munajat di negeri yang ngeri

otak yang Engkau titip ini belum mampu ku optimalisasi untuk menelaah satu persatu rumusrumus yang serius. sungguh! ketika ku coba untuk fokus, kepalaku justru serasa terhunus pedang tajam (baca: langsung sakit kepala). apakah aku hidup di tempat yang salah? mungkin tidak. ini pilihanku setelah menolak paksaan ayah untuk menjadi ‘ahli gigi’.

sekedar bermunajat..

kuatkan aku, ya Rabb.. kulihat banyak kubu di negeri ini. masingmasing mengajarkan hal yang berbeda. kulihat rakyatrakyat terdahulu banyak yang tak mampu keluar baikbaik dari sini. kumohon jadikan aku satu diantara sedikit orang yang mampu keluar baikbaik dari tempat ini dan biarkan kulukis senyum ayah ibuku atas kerja jemari dan otakku, tak lupa bantuan dariMu.

negeri ini ngeri ya Rabb, yang berhasil keluar baikbaik belum tentu orang yang baik, dan yang keluar secara tidak baik belum tentu orang yang tidak baik….

Published in: on February 8, 2010 at 12:21 pm  Comments (25)  
Tags: ,

suatu rabu

awan hampir semua tak berwajah biru dan titik rintik hujan yang perlahan jatuh satusatu. ah! mengapa wajah tulus tanpa pernah serius itu berubah kelabu? mengapa engkau berubah menjadi seorang paling pelit bahkan untuk mengucap sepatah saja kata? hey! berucaplah meski sepelan nyanyian hujan pagi tadi. yang katakatanya hanya jatuh satusatu.

pada suatu rabu, ingin kukatakan: gaduhmu adalah hidupku!

Published in: on February 3, 2010 at 8:58 am  Comments (12)  
Tags: , , ,

hadir sesaat

Sudah lama tak ada hal baru di lembaran ini. Saya pikir pengunjungnya sudah tak ada lagi. Alhamdulillah, meski akhirakhir ini saya hanya menyempatkan diri sekadar melihat tanpa sempat memahat katakata, ada saja tamu yang menghampiri dan memahat katakata baru di bawah katakata yang telah lama saya pahat. Cukup kaget melihat jumlah tamu belakangan ini. Ada duapuluh pengunjung. Tanpa aktivitas ‘silaturrahmi’ blog dari saya sebelumnya. Siapa saja mereka? Entahlah, saya juga baru mengenal mereka dari gambar muka dan alamat blog dengan namanama yang sesuai kreatifitas mereka.

Belum ada hal lain yang hendak saya tuliskan, cukup ini saja. Hujan sedang jatuh berguguran demikian hebatnya. Dan saya hendak menikmatinya. Esok, lusa, atau ketika kami berhenti bermain bersama, akan kuceritakan semua. Tentang bagaimana indahnya titiktitik air itu di musimnya sendiri.

Published in: on January 9, 2010 at 6:57 pm  Comments (26)  
Tags: ,

kamis ini saya minta maaf

saya tidak tahu ini sudah kata MAAF yang keberapa kali yang pernah saya ucapkan tuliskan. sepertinya saya punya hobi yang lain yang jauh berbeda dengan orangorang biasanya. mereka punya hobi berbuat salah, sedangkan saya lebih gemar meminta maaf. saya tahu saya salah. seperti biasa: saya selalu mengecewakan.

kamis ini saya minta maaf pada anda yang sepertinya terlalu banyak salah yang saya perbuat disana. anda mungkin sudah jera berjalan berlamalama bersama saya. saya masih tidak menyenangkan untuk diajak jalan kemanamana. saya tidak marah. saya hanya diam. saya tidak pernah marah, apalagi untuk anda.

jadi kamis ini saya minta maaf untuk segala yang tidak menyenangkan, segala yang mengecewakan. mungkin saya memang orang yang tidak punya senyum, tidak kooperatif, bagian yang merusak bagian indah lainnya, dan lainlainnya. saya minta maaf.

Published in: on December 24, 2009 at 12:27 am  Comments (13)  
Tags: ,

tentang kebersamaan

Tidak, jangan salah kaprah dulu. Saya tidak menentang sebuah kebersamaan. Maksud saya, tulisan ini mengenai sebuah kebersamaan. Tulisan ini adalah puncak dari tulisan-tulisan saya mengenai “minoritas” yang selalu membuat saya sangat bersemangat menulis di bilik ini. Semoga benar-benar puncak dan puncak yang benar-benar baik. Sungguh! Setiap kali saya harus marah dengan mereka, justru setiap kali itu pula saya harus gelisah dan merindukan sebuah kebersamaan seperti apa yang mungkin sebelumnya sudah ada. Setiap waktu selalu ada rasa untuk kembali bersatu. Tapi setiap waktu pula saya selalu bingung bagaimana caranya menyatukan puluhan hati dan kepala yang pemikirannya tidak pernah sama. Sampai suatu ketika di sebuah status facebook yang saya tidak perlu menyebutkan nama penulis statusnya…muncul sebuah komentar yang membuat saya tergerak untuk menuliskan apa yang anda baca saat ini. Ok, komentar itu seperti ini :

kebersamaan itu bukan selalu harus dalam kondisi yang sama.. kebersamaan itu lahir ketika kita bisa saling menerima kondisi yang lain—-seorang senior yang pertama saya dapatkan punya kata paling bijak—

Mungkin kalian tidak bisa menerima kami sebagai saudara, sahabat. Persahabatan sudah lebih dari cukup sebagai pondasi kita bersama untuk berdiri di tempat ini. Beberapa orang menyatakan, persahabatan justru punya denyut yang lebih kuat dibandingkan persaudaraan. Tapi ini terserah bagi kita yang menafsirkannya.

Setelah membaca kutipan di atas (sesuatu yang selama ini sama-sama bodoh kita perdebatkan), maka adakah nadi yang tiba-tiba denyutnya berbeda disana? adakah jantung yang berdegup lain dari biasanya? adakah hati yang tergerak untuk meminta maaf dan siap dengan ikhlas untuk menerima kata dan rasa maaf dari tempat yang berbeda? adakah itu semua, kawan? ya, mari segera kita pikirkan!

Published in: on December 19, 2009 at 9:15 pm  Comments (7)  
Tags: , ,

kami baikbaik saja

kami baikbaik saja disini, di tempat kami berdiri setelah kami pilih jalan kami. kami baikbaik saja sejak awalnya. sejak kalian yang memaksa berkata tidak mungkin disini kami baikbaik saja berdiri. sampai detik ini sama saja, kami tetap baikbaik saja. kalaupun pada pertengahannya akan ada banyak bencana. sudah kewajiban dan harga mati bagi kami untuk melewatinya dengan cara yang baikbaik saja. entah disana, di tempat yang tidak perlu kami tahu namanya, kalian terus menakdirkan kami sebagai orangorang yang akan susah selamanya. ini yang terus kalian katakan sejak mentari ada hingga mentari pulang dari langit punya beranda. kami baru tahu bahwa kini terlalu banyak orangorang terobsesi menjadi tuhan. sepertinya ini tandatanda akhir zaman, ya kan?

sudahlah, tenang saja dengan segala cara paling tenang yang kalian punya. meski kami selalu tahu tenang yang paling mungkin bagi kalian adalah ribut dan ramai yang berdentangdentang. tenang saja. meski kita bukan saudara, kita masih berteman kan? itu yang salah satu dari kalian pernah katakan. iya, karena dengan masih berkata bahwa kita semua ‘berteman’ maka mungkin salah satu dari kalian atau mungkin kalian semua akan selalu berada pada posisi yang sangat aman. aman sebab dalam setiap pertemuan ‘menuntut ilmu’ poinpoin yang kalian dapat mungkin semua berasal dari kami.

oh iya, lalu kemana orangorang yang berobsesi menjadi tuhan tadi? siapa sebenarnya yang pantas disebut pecundang?

Published in: on December 15, 2009 at 3:19 am  Comments (10)  

minggu yang masih menunggu

segelas kopi tidak hitam dan beberapa potong ketela. kakak tertua dan ibu paling tiada duanya bersuara pada telepon genggam di pulau lain di luar sana. setengah jam bukan waktu yang cukup untuk menghabiskan malam ini bersama ceritacerita rindu mereka. entah sudah berapa potong ketela tenggelam di lambung di bawah sana. segelas kopi tidak hitam yang masih berupa cerita. menemani hari minggu yang masih menunggu.

malam minggu, ini tak lain dari waktu minggu yang masih menunggu.

seseorang yang segera pulang dan mengaku tak merindu. benarkah?

Published in: on December 12, 2009 at 2:35 pm  Comments (19)  
Tags: ,