catatan kecil tentang dia

sejak masuk di bilik ini saya sudah menangkap matanya yang lelah. mungkin sudah berpuluhpuluh jam ia tak rebah. badannya terlihat rapuh seperti akan menghampiri tanah-jatuh! minggu siang ini ia lebih banyak merapat pada dinding. menepi dari tawa-tawa yang sebenarnya tak terlalu berarti, tawa-tawa yang mungkin sekadar acara pengisi,tapi mungkin ada yang juga benar-benar tulus dari yang paling hati. sesekali teriakannya tiba ditengah-tengah bilik ini. teriakan yang kadang ada juga samanya dengan teriakan ‘mereka’ yang datang setiap selasa siang. wajar saja, ia pernah hidup di tenda pengungsian yang sama dengan saya, meski lain waktunya. tenda yang para penghuninya selalu unik dijadikan puisi.

Advertisements
Published in: on December 8, 2009 at 10:36 am  Comments (17)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://andyhardiyanti.wordpress.com/2009/12/08/catatan-kecil-tentang-dia/trackback/

RSS feed for comments on this post.

17 CommentsLeave a comment

  1. apa saya juga bisa menghuni tendanya? karena saya juga unik untuk dijadikan puisi :mrgreen:

    • saya sarankan kepada anda untuk tidak menempati tenda yang sama, kecuali anda memilih untuk menjadi minoritas berkualitas disana.
      anda tetap bisa dijadikan puisi meski tak berteduh di tempat yang tadi saya katakan.

  2. heh?sapa maksudmu ini TutTut?

    • jangan purapura tidak tahu!
      saya sudah bercerita banyak tentangnya padamu :p

      • HAh?sapa?nd tau’ k’ serius…

  3. nice words.
    blog walking.. salam kenal juga. hehe πŸ™‚

  4. salam kenal juga, mbak… πŸ™‚

  5. wihhhhh, kerennnnn, salam kenal di’

    • salam kenal juga,daus πŸ™‚
      thanks atas kunjungannya πŸ™‚

  6. hi, salam kenal…blognya bagus, ceritanya juga bagus. Aku suka…

  7. Salam …
    Nah, kejadiannya dimana?
    Eh, dari Makassar juga Mba’ ya?
    KOk aku gak nemukan teman-teman blogger wordpress di sini yak?
    πŸ™‚

  8. dan mereka yang unik dijadikan puisi adalah manusia yang terbaik, yang hanya dengan memandang mereka, berjuta ide dan gumaman bermunculan.
    Mungkin tenda itu tak nyaman, tapi mengapa begitu berat untuk ditinggalkan?
    Mengapa tak habis-habis dan tak bosan lekat dipandang?

    *tulisan asal mendadak*
    Salam kenal juga, kunjungan balik, suka post mbak Andy, bagus sekali πŸ™‚

    • tenda itu memang tak nyaman sebenarnya, tapi sungguh! saya masih bisa menjadikannya nyaman.
      yang jadi masalah adalah para pengungsi di dalamnya…yang punya permainan buruk sejak lama..
      yang suarasuaranya bahkan lebih keras dari suara apa saja..mereka benarbenar unik dijadikan puisi πŸ™‚

      terima kasih untuk tulisan singkatnya πŸ™‚
      salam kenal dari kota yang memaksa terkenal ..hahah

  9. minggu siang ini ia lebih banyak merapat pada dinding. menepi dari tawa-tawa yang sebenarnya tak terlalu berarti, tawa-tawa yang mungkin sekadar acara pengisi,tapi mungkin ada yang juga benar-benar tulus dari yang paling hati

    Ini…rasanya seperti saya πŸ˜€

    *narsis*

    • wah, mirip mbak ya?
      hihi…kebetulan banget…baguslah πŸ™‚

  10. Hmmm
    Dalem, saya coba menebak dalamnya kekata yang kau tuliskan, dan mengukurnya dengan bayangan seorang kawan yang kurus keren itu

    • πŸ˜‰
      jadi sudah terbayang ini,daeng?hihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: