Sejak pukul sepuluh malam pada hari yang masih bernama rabu, ia datang menepati janji. Janjinya pada mereka yang rindu akan dingin. Mereka yang rindu alunan musik yang rintik. Dan suara-suara halilintar yang paling bergetar. Tak tanggung-tanggung hingga pagi menjelang, masih setia ia di sana. Menemani lelap mereka yang sabar menanti. Bahkan mereka yang kembali terlelap usai shalat shubuh sekalipun !
Sudah pukul sembilan pagi pada hari yang bukan rabu lagi.
Kamis pagi,hujan tak juga pergi….

